Postingan

Pengertian Mandi Junub,Tata Cara Dan Rukun

Gambar
Bismillaah Pengertian Mandi Junub Mandi wajib atau yang sering disebut juga dengan Mandi Junub atau Mandi Besar yaitu mandi yang dilakukan dengan memakai air bersih yang suci dengan cara mengalirkan atau menyiramkan air ke seluruh tubuh dari ujung kaki sampai dengan ujung rambut hingga bersih Adapun tujuan dari mandi wajib adalah sebagai penghilang hadas besar yang harus dihilangkan sebelum melaksanakan ibadah sholat atau ibadah lainnya. Hadas besar sendiri merupakan hadas yang dikarenakan keluarnya air mani karena sebab dari berhubungan badan atau dapat dari onani, haid, nifas dan melahirkan. Tata Cara Mandi Junub 1.Mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali,sebelum tangan dimasukan didalam bejana atau sebelum mandi 2.Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri 3.muncuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan meggosokan ketanah atau dengan menggunakan sabun 4.Berwudhu seperti hendak sholat 5.Mengguyur air pada kepala sebanyak tigak kali...

Mari Mengenal Manhaj Salaf

Gambar
Bismillaah Segala puji bagi Allah yang telah mengutus  Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam  dan membangkitkan para sahabat sebagai pendamping dan pembela dakwah beliau. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad, keluarga dan para pengikutnya yang setia hingga akhir masa.  Amma ba’du . Kaum muslimin sekalian, semoga Allah melimpahkan hidayah dan taufik-Nya kepada kita. Seringkali masyarakat dibingungkan oleh sebuah istilah yang belum mereka mengerti dengan baik. Nah, dibangun di atas kebingungan inilah kemudian muncul berbagai persangkaan dan bahkan tuduhan bukan-bukan kepada sesama saudara seiman. Perlu kita ingat bersama bahwa cek dan ricek merupakan bagian dari keindahan ajaran Islam yang harus kita jaga. Allah ta’ala berfirman yang artinya,  “Wahai orang-orang yang beriman jika orang fasik datang kepada kalian membawa berita maka telitilah kebenarannya…”  (QS. Al Hujuraat: 6) (Silakan baca penjelasan ayat ini di dalam...

Hukum shalat berjamaah kemasjid dimasa"new normal" apakah harus?

Bismillaah Apakah tetap harus ke masjid untuk shalat berjamaah di masa “new normal”? Hukum shalat berjamaah di masjid adalah wajib menurut pendapat terkuat. Dalil-dalilnya adalah sebagai berikut. Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu  bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْتَطَبَ ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ “ Demi jiwaku yang ada pada tangan-Nya, aku telah bermaksud memerintahkan untuk mengambilkan kayu bakar, lalu dikumpulkan, kemudian aku memerintahkan azan shalat untuk dikumandangkan. Lalu aku memerintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang berjama’ah, kemudian aku mendatangi orang-orang yang tidak shalat berjama’ah lalu aku membakar rumah mereka .” (HR. Bukhari, no. 644 dan Muslim, no. 651) Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu ,...

Banyak Komentar Tapi Malas Membaca

Gambar
Bismillaah Tidak banyak berkomentar bahkan diam jika tidak tahu/berilmu⁣⁣ ⁣⁣ Banyak berkomentar dan berbicara membuat kita mudah tergelincir dalam berbagai kesalahan. Sangat bernar ungkapan bahwa “lidah tidak bertulang”. Agar selamat hendaknya kita mampu menahan diri agar tidak banyak berkomentar, terlebih kita tidak tahu atau berilmu mengenai hal tersebut.⁣⁣ ⁣⁣ Ungakapan “diam itu emas” juga cukup tepat sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda,⁣⁣ ⁣⁣ ‎من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت⁣⁣ ”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaknya dia berkata dengan perkataan yang baik,atau hendaknya dia diam.” [HR. Bukhari dan Muslim]⁣⁣ ⁣⁣ Perlu diingat pula, lidahlah yang banyak menyebabkan seseorang masuk ke neraka. Luka karena pukulan tangan bisa sembuh dalam waktu beberapa hari atau minggu akan tetapi luka karena ungkapan lidah yang menusuk bisa jadi sulit atau susah sembuh. Sangat banyak “kejahatan” lidah ...

Mari Mengenal Tauhid

Bismillaah Tauhid secara bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il  wahhada-yuwahhidu  (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu satu saja. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata: “Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya” ( Syarh Tsalatsatil Ushul , 39). Secara istilah  syar’i , makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya ( Syarh Tsalatsatil Ushul , 39). Dari makna ini sesungguhnya dapat dipahami bahwa banyak hal yang dijadikan sesembahan oleh manusia, bisa jadi berupa Malaikat, para Nabi, orang-orang shalih atau bahkan makhluk Allah yang lain, namun seorang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan saja. Pembagian tauhid Dari hasil pengkajian terhadap dalil-dalil tauhid yang dilakukan para ulama sejak dahulu hingga sekarang,...